Repository Skripsi, Tesis & Disertasi

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Pembimbing NIM Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pencurian Ditinjau dari Aspek Viktimologi (Studi Kasus Putusan Pengadilan Nomor 477/Pid.B/2024/Jkt.Sel)

Hukum Pidana

Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pencurian Ditinjau dari Aspek Viktimologi (Studi Kasus Putusan Pengadilan Nomor 477/Pid.B/2024/Jkt.Sel)

Kristianus Ba’u - Nama Orang;

Tindak pidana pencurian merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi dalam masyarakat dan dapat menimbulkan dampak yang signifikan bagi korban, baik secara materiil maupun psikologis. Namun, dalam sistem peradilan pidana, perhatian lebih banyak diberikan pada pelaku, sementara hak-hak korban sering kali terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada korban pencurian di Indonesia serta mengevaluasi pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam Putusan Pengadilan Nomor
477/Pid.B/2024/JKT.SEL dari perspektif viktimologi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan yang berlaku serta studi kasus putusan pengadilan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat mekanisme hukum yang mengatur perlindungan korban, seperti Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, implementasinya masih terbatas dan belum memberikan pemulihan yang optimal bagi korban. Dalam Putusan Pengadilan Nomor 477/Pid.B/2024/JKT.SEL, Majelis Hakim menitikberatkan pada pemenuhan unsur pidana dalam Pasal 362 KUHP, tetapi tidak mempertimbangkan aspek restitusi atau kompensasi bagi korban. Dalam perspektif viktimologi, sistem hukum perlu memberikan perhatian lebih terhadap pemulihan korban melalui pendekatan restorative justice, yang mencakup kompensasi materiil, pemulihan psikologis, serta perlindungan hukum yang lebih komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya reformasi dalam sistem peradilan pidana yang lebih berorientasi pada keseimbangan antara penghukuman pelaku dan pemulihan hak-hak korban.


Ketersediaan
2133001039 HPI2133001039 HPISkripsi (S1)Tersedia - E-Book
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2133001039 HPI
Penerbit
Jakarta : Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
NIM
2133001039
Klasifikasi
2133001039 HPI
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Pembimbing
Warasman Marbun (Pembimbing I)
Folman P. Ambarita (Pembimbing II)
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Repository Skripsi
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Repository Skripsi, Tesis & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Login Pustakawan

Jam Layanan Perpustakaan

Senin s/d Kamis : 09.00 - 16.30 WIB
Jumat : 13.00 - 16.30 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih Program Kekhususan (PK) yang menarik bagi Anda
  • Hukum Agraria
  • Hukum Kesehatan
Pencarian Spesifik