Repository Skripsi, Tesis & Disertasi

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Pembimbing NIM Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis Yuridis Mengenai Tindak Pidana Pornografi Secara Berlanjut (Studi Kasus Putusan Nomor 23/Pid.B/2022/PN.Wat.)

Hukum Pidana

Analisis Yuridis Mengenai Tindak Pidana Pornografi Secara Berlanjut (Studi Kasus Putusan Nomor 23/Pid.B/2022/PN.Wat.)

Sisi Rahayu - Nama Orang;

Tindak pidana pornografi di Indonesia diatur dalam Hukum tertulis dan sudah dimuat di dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang dirasa belum cukup efektif untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi, dan juga untuk memberikan efek jera kepada para pelaku tindak pidana pornografi dan pornoaksi tersebut, oleh sebab itu lahirlah Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Bagaimana Pertimbangan Hakim dalam memutuskan perkara terkait Tindak Pidana Pornografi Secara Berlanjut dalam Putusan Nomor 23/Pid.B/2022/PN.Wat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analisis dan teknik pengumpulan data yaitu penelitian ke perpustakaan (library research). Pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara pidana terhadap pelaku tindak pidana pornografi yang dilakukan secara berlanjut dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan dan denda Rp 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan. Menurut penulis dalam putusan majelis hakim sangat jauh dari harapan undang-undang yang mana dengan adanya Undang-undang yang mengatur mengenai tindak pidana pornografi secara berlanjut dalam putusan 23/Pid B/2022/PN.Wat, putusan penjara terhadap pelaku sangatlah tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku untuk tidak lagi melakukan kegiatan serupa dimasa yang akan datang serta tidak menggambarkan nilai moral yang dapat diteladani yaitu dengan menjaga norma-norma salah satunya norma kesusilaan. Selain itu, putusan majelis hakim terhadap terdakwa diberi sanksi terlalu ringan melihat perbuatan terdakwa yang dilakukan adalah kejahatan berlanjut secara terus menerus dan terdakwa sudah menikmati hasilnya.


Ketersediaan
1141 HPI1141 HPISkripsi (S1)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1141 HPI
Penerbit
Jakarta : Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana., 2022
Deskripsi Fisik
v, 96 hlm.
Bahasa
Indonesia
NIM
1833001013
Klasifikasi
1141 HPI
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Pembimbing
Hartanto (Pembimbing I)
Louisa Yesami Krisnalita (Pembimbing II)
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Skripsi Sisi Rahayu
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Repository Skripsi, Tesis & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Login Pustakawan

Jam Layanan Perpustakaan

Senin s/d Kamis : 09.00 - 16.30 WIB
Jumat : 13.00 - 16.30 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih Program Kekhususan (PK) yang menarik bagi Anda
  • Hukum Agraria
  • Hukum Kesehatan
Pencarian Spesifik