Repository Skripsi, Tesis & Disertasi

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Pembimbing NIM Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Putusan Bebas Terhadap Kesalahan Dalam Pemidanaan (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 142/Pid/2015/PT.Dki.)

Hukum Pidana

Putusan Bebas Terhadap Kesalahan Dalam Pemidanaan (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 142/Pid/2015/PT.Dki.)

Andreas Christover Zega - Nama Orang;

Tujuan dari penulisan hukum ini adalah untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan serta pertanggungjawaban Pengadilan terhadap tindak pidana pengeroyokan yang menghilangkan nyawa seseorang dan berujung salah tangkap. Sehingga harus melalui proses banding guna mengetahui siapa terdakwa yang sebenarnya, serta putusan apa yang layak bagi terdakwa salah tangkap. Guna tidak ada lagi kasus salah tangkap yang berujung pemidanaan bagi masyarakat Indonesia serta harus di tinjau dari segi hukum positif supaya Hakim dapat memutuskan perkara dengan seadil-adilnya. Perbuatan itu haruslah sesuai dengan apa yang dilukiskan dalam ketentuan hukum, maksudnya adalah bahwa kalau seseorang itu dituduh atau disangka melakukan suatu tindak pidana, unsur-unsur dalam pasal yang dilanggar haruslah terpenuhi semuanya, kalau salah satu dari unsurnya tidak terpenuhi maka perbuatan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Dalam kasus-kasus seperti ini hakim memiliki peran penting dalam menentukan salah atau tidaknya terdakwa dalam perkara tersebut. putusan pembebasan hanya didasarkan pada penilaian hakim bahwa kesalahan terdakwa atas perbuatan yang didakwakan kepadanya, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Kesalahan terdakwa atas perbuatan yang didakwakan tidak memenuhi asas pembuktian atas undang-undang secara negatif. Atau kesalahan terdakwa yang didakwakan kepadanya tidak memenuhi ketentuan asas batas minimum pembuktian. Maka dari itu, Hakim harus melihat dari sudut pandang Pasal 183 dan 184 KUHAP, supaya tidak ada lagi kekeliruan dalam menentukan kesalahan terdakwa yang berujung putusan bebas.


Ketersediaan
300 HPI300 AND pSkripsi (S1)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
300 AND p
Penerbit
Jakarta : Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana., 2016
Deskripsi Fisik
viii, 107 hlm
Bahasa
Indonesia
NIM
1033001036
Klasifikasi
300 AND p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Pembimbing
Mardani (Pembimbing II)
Siswantari Pratiwi (Pembimbing I)
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Repository Skripsi, Tesis & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Login Pustakawan

Jam Layanan Perpustakaan

Senin s/d Kamis : 09.00 - 16.30 WIB
Jumat : 13.00 - 16.30 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih Program Kekhususan (PK) yang menarik bagi Anda
  • Hukum Agraria
  • Hukum Kesehatan
Pencarian Spesifik