Repository Skripsi, Tesis & Disertasi

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Pembimbing NIM Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis Malapraktik Medik Dalam Praktik Peradilan (Studi Kasus Putusan Nomor 1441/Pid.Sus/2019/PN.Mks)

Hukum Pidana

Analisis Malapraktik Medik Dalam Praktik Peradilan (Studi Kasus Putusan Nomor 1441/Pid.Sus/2019/PN.Mks)

Imas Siti Fatimah - Nama Orang;

dr. Elisabeth Susana merupakan dokter umum yang telah memiliki izin praktik mandiri. dr. Elisabeth Susana membuka klinik kecantikan dan telah melakukan tindakan kedokteran estetik walaupun tidak memiliki kompetensi yang dikeluarkan oleh Predaweri. Tindakan kedokteran estetik berupa filler hidung yang dilakukan Diora Fitri telah menyebabkan kebutaan pada mata kiri Agita Diora Fitri. Kebutaan ini menyebabkan kesulitan dalam mencari mata pencarian karena Agita Diora Fitri berprofesi sebagai dosen. Tindakan kedokteran yang dilakukan dr. Elisabeth Susana tidak sesuai standar prosedur operasional. Sebelum melakukan tindakan kedokteran, seharusnya dr. Elisabeth Susana melakukan anamnesia, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang terlebih dahulu. dr. Elisabeth Susana juga tidak membuat rekam medis terhadap tindakan kedokteran yang dilakukannya. Alat bukti, keterangan saksi, keterangan ahli, dan surat telah mengarah pada adanya kesalahan yang telah dilakukan oleh dr. Elisabeth Susana. Namun, dalam persidangan, Hakim Pengadilan Negeri Makassar telah memutuskan bahwa dr. Elisabeth Susana tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana malapraktik medis. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah yuridis normatif. Kesimpulannya adalah hakim Pengadilan Negeri Makassar telah salah memutuskan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana malapraktik medik dalam perkara Nomor 1441/Pid.Sus/2019/PN.Mks, padahal telah nyata adanya kecacatan berupa kebutaan pada mata kiri pasien.


Ketersediaan
1086 HPI/T1086 FAT aTesis (S2)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - Missing
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1086 FAT a
Penerbit
Jakarta : Magister Ilmu Hukum Universitas Krisnadwipayana., 2021
Deskripsi Fisik
viii, 132 hlm
Bahasa
Indonesia
NIM
2019021057
Klasifikasi
1086 FAT a
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Pembimbing
Firman Wijaya (Pembimbing I)
Hartanto (Pembimbing II)
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Repository Skripsi, Tesis & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Login Pustakawan

Jam Layanan Perpustakaan

Senin s/d Kamis : 09.00 - 16.30 WIB
Jumat : 13.00 - 16.30 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih Program Kekhususan (PK) yang menarik bagi Anda
  • Hukum Agraria
  • Hukum Kesehatan
Pencarian Spesifik