Repository Skripsi, Tesis & Disertasi

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Pembimbing NIM Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Optimalisasi Pertanggungjawaban Korporasi Terhadap Tindak Pidana Illegal Fishing

Hukum Pidana

Optimalisasi Pertanggungjawaban Korporasi Terhadap Tindak Pidana Illegal Fishing

Deni Listyantoro - Nama Orang;

Korporasi sebagaimana manusia ada kalanya melakukan tindak pidana. Dalam perkembangan teori dan konsep tentang pemidanaan, maka salah satunya adalah terkait dengan pertanggungjawaban pidana korporasi (corporate criminal liability). Sektor yang terjadi kejahatan yang melibatkan korporasi adalah sektor perikanan (illegal fishing). Praktik illegal fishing berdampak pada kerugian negara yang amat besar. Penyebab terjadinya illegal fishing antara lain karena masih lemahnya penegakan hukum dan pengawasan di perairan Indonesia, serta ketidaktegasan aparat dalam penanganan para pelaku illegal fishing. Penelitian ini berbentuk yuridis normatif, yang akan menjabarkan 3 (tiga) substansi yaitu: pengenaan pertanggungjawaban korporasi pada tindak pidana illegal fishing, berbagai kendala yang ada, serta upaya optimalisasi pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana illegal fishing yang melibatkan suatu korporasi. Pengenaan pertanggungjawaban korporasi pada tindak pidana illegal fishing yang ada sampai dengan saat ini dilakukan dengan cara mencabut seluruh proses perizinan pada yaitu Surat Izin Kapal Penangkap Ikan (SIPI), Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) dan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) pada lima perusahaan (PT Maritim Timur Jaya, PT Dwikarya Reksa Abadi, PT Indojurong Fishing Industry, PT Pusaka Benjina Resources dan PT Mabiru Industry. Kendala yang dalam proses penegakan hukumnya diantaranya formulasi pertanggungjawaban pidana korporasi sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Perikanan tidak cukup jelas, lemahnya kolaborasi dan sinergitas antar aparat penegak hukum, dan rumitnya penanganan illegal fishing oleh korporasi karena termasuk dalam kejahatan transnasional. Upaya optimalisasi yang dapat dilakukan antara lain: merevisi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan untuk memperbaiki ketentuan pertanggungjawaban pidana korporasi. Selanjutnya perlu adanya kolaborasi, sinergi antar aparat penegak hukum agar lebih sebagai kelembagaan yang efektif dan kuat, di samping juga penguatan Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) sebagai institusi single agency multi task. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah terus menjalin hubungan kerja sama dengan negara-negara lain guna memberantas illegal fishing oleh korporasi, salah satunya dengan saling tukar informasi mengenai perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik penangkapan ikan secara ilegal.


Ketersediaan
1052 HPI/T1052 LIS oTesis (S2)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1052 LIS o
Penerbit
Jakarta : Magister Ilmu Hukum Universitas Krisnadwipayana., 2021
Deskripsi Fisik
iv, 128 hlm
Bahasa
Indonesia
NIM
2017022009
Klasifikasi
1052 LIS o
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Pembimbing
Firman Wijaya (Pembimbing II)
Chairul Huda (Pembimbing I)
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Repository Skripsi, Tesis & Disertasi
  • Informasi
  • Layanan
  • Login Pustakawan

Jam Layanan Perpustakaan

Senin s/d Kamis : 09.00 - 16.30 WIB
Jumat : 13.00 - 16.30 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih Program Kekhususan (PK) yang menarik bagi Anda
  • Hukum Agraria
  • Hukum Kesehatan
Pencarian Spesifik