Hukum Pidana
Penetapan Minimal Dua Alat Bukti Dalam Menentukan Status Tersangka Melalui Praperadilan
Tesis ini membahas tentang syarat penetapan seseorang sebagai tersangka berdasarkan minimal dua alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP serta implikasinya dalam mekanisme praperadilan. Fokus utama penelitian ini adalah analisis terhadap kewajiban penyidik dalam memenuhi standar pembuktian guna menghindari tindakan sewenang-wenang, serta PENETAPAN terhadap peran putusan Mahkamah Konstitusi No. 21/PUU-XII/2014 yang menegaskan bahwa penetapan tersangka harus berdasarkan minimal dua alat bukti. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara normatif praperadilan dapat menjadi alat kontrol terhadap penyidik, namun terdapat kevakuman norma dalam implementasi putusan praperadilan terkait penetapan tersangka. Oleh karena itu, diperlukan penafsiran hukum dan reformasi regulasi untuk memastikan kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia dalam sistem peradilan pidana.
| 2023021018 HPI/T | 2023021018 HPI/T | Tesis (S2) | Tersedia - E-Book |
Tidak tersedia versi lain