Hukum Pidana
Penerapan Sanksi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penolakan Prosedur Pemakaman Jenazah Covid-19 (Studi Kasus Putusan Nomor 59/Pid.B/2020/PN.Bms)
Covid-19 adalah penyakit pernapasan akut yang telah menjadi pandemi global. berbagai daerah di Indonesia berjuang melawan Virus Corona mulai dari menangani pasien positif sampai pasien meninggal. Salah satu isu yang banyak mendapat perhatian dan keprihatinan belakangan ini adalah Penolakan Pemakaman Jenazah covid-19. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana penolakan prosedur pemakaman jenazah covid-19, pembuktian mengenai penolakan prosedur pemakanan jenazah covid-19 dalam Putusan Nomor 59/Pid.B/2020/PN.Bms. metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif sedangkan metode pendekatan yang digunakan penulis menggunakan metode pendekatan undang-undang karena hubungan peraturan satu dengan peraturan yang lain, serta kaitannya dengan penerapannya dalam praktik. Dalam penelitian hukum normatif. sumber data yang diambil dari data sekunder yang didapat dari studi kepustakaan dengan cara online maupun offline, kemudian dilanjutkan penelitian yang secara menyeluruh mendeskripsikan objek yang diteliti dan data diolah lalu dianalisis untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwa penerapan sanksi pidana penolakan pemakaman jenazah covid-19 terhadap pelaku dijatuhi sanksi pidana penjara maupun sanksi denda. Pembuktian tindak pidana penolakan pemakaman jenazah covid-19 dalam pemeriksaan perkara diperoleh alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa dikaitkan dengan barang bukti.
| 1005 HPI | 1005 HPI | Skripsi (S1) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain